Blatter Masuk Rumah Sakit Karena Depresi

Blatter telah memimpin FIFA selama 18 tahun

Presiden FIFA yang tengah terkena skorsing, Sepp Blatter, saat ini tengah dirawat di rumah sakit setelah mengalami apa yang telah disebut sebagai “gangguan emosional ringan”.

Blatter, 79, yang telah memimpin badan sepak bola dunia FIFA selama 18 tahun, untuk sementara diskors selama 90 hari sejak bulan lalu di tengah skandal korupsi yang melanda organisasi yang dipimpinnya itu. Kabar yang diterima adalah ia menderita apa yang disebut “kejutan gugup” tapi diharapkan untuk kembali pulih sepenuhnya.

Blatter dipastikan akan tetap berada di rumah sakit sampai hari Selasa pekan depan setelah pada awalnya dirawat untuk pemeriksaan rutin pekan lalu. Lima hari yang lalu, pengacara Blatter, Richard Cullen mengatakan pria asal Swiss itu telah menjalani pemeriksaan kesehatan yang berhubungan dengan stres di rumah sakit, tetapi menambahkan: “. Dia baik-baik saja dan dijadwalkan untuk segera kembali ke rumah”.

Blatter dan presiden UEFA, Michel Platini dikenai penangguhan selama 90 hari oleh komite etika FIFA di tengah penyelidikan kasus pidana yang dilakukan oleh pemerintah Swiss yang menyelidiki pelanggaran keuangan di badan sepak bola dunia tersebut. Blatter dilaporkan “sepenuhnya berjuang untuk melawan keputusan komite etik” dan telah mengatakan kepada teman-teman “tidak ada komite dapat membuat saya keluar dari dunia sepak bola”. Seorang pembantu, Walter Gagg, mengatakan pria Swiss itu berharap untuk menjadi tuan rumah dalam acara upacara penghargaan Ballon d’Or di Zurich pada 11 Januari setelah suspensinya berakhir.

Kasus pidana itu berpusat pada apakah Blatter menyalahgunakan dana FIFA dengan membuat pembayaran sebesar 2 juta Euro (£ 1.35 juta kepada Platini yang berasal dari Perancis untuk pekerjaannya sebagai konsultasan. Mereka berdua menyangkal telah melakukan kesalahan. Tujuh kandidat akan mencalonkan diri dalam pemilihan presiden FIFA untuk menggantikan Blatter pada 26 Februari tahun depan.