Klose Merasa Dirinya Belum Habis

miroslav klose

Masa depan karir Miroslav Klose dapat dikatakan akan segera berakhir. Meskipun ia sudah bukan lagi pemain starter permanen, namun ia masih terlihat berupaya keras untuk memberikan apapun yang masih sanggup ia lakukan untuk timnya tersebut.

Di performanya yang ke-20 pada liga Serie A musim ini, Klose berhasil mengemas dua gol untuk membantu Lazio saat melawat ke kandang Palermo 3-0 hari Minggu (10/4/2016) malam.

Gol tersebut menjadi gol keempatnya pada musim ini, dalam 10 penampilannya sebagai starter. Dua gol sebelumnya ia buat ketika Biancoceleste menang 2-0 atas Atalanta pada 13 Maret lalu.

Klose bergabung dengan Lazio semenjak musim panas 2011 lalu. Bersama Lazio, Klose sudah menorehkan 60 gol dari 166 performanya di seluruh kompetisi.

Dengan umurnya yang sudah menginjak 37 tahun, prediksi akan pensiun dirinya sepertinya akan terjadi pada akhir musim ini. Karena, sejak awal 2016 Klose diyakinkan akan menggantungkan sepatunya usai kompetisi musim ini, ia pun juga sudah menolak tawaran bermain dari klub MLS dan China.

Di pertandingan Lazio dengan Palermo, Klose dituruntkan sebagai starter oleh Simone Inzaghi yang adalah pelatih baru Lazio. Klose dengan Keita Balde Diao dan Antonio Candreva ketika itu telah menjadi trisula bagi penyerangan tim.

Gol pertama dicetak oleh Klose pada menit ke-10, dan ia pun kembali mencatatkan namanya di papan skor lima menit kemudian. Klose kala itu juga bermain selama 90 menit penuh hingga pluit panjang dibunyikan.

“Aku adalah seorang penyerang dan aku harus membuat gol sebanyak mungkin. Namun yang terpenting adalah tim kami sudah melakukan permainan yang bagus,” katanya usai pertandingan kepada Mediaset Premium yang dikutip Football Italia.

Biancoceleste kini duduk di posisi kedelapan klasemen Serie A. Dalam 32 pekan mereka sudah menang sebanyak 12 kali, lalu seri 9 kali, dan kalah 11 kali. Musim lalu Lazio berakhir di peringkat ketiga, dan mereka pun lolos ke Liga Champions, namun sayangnya tidak berjalan dengan mulus karena mereka gagal menembus babak utamanya.