Guardioa Siap ‘Dibunuh’ Andai Bayern Gagal Lolos Final Liga Champions

pep guardiola

Pep Guardiola banjir kritikan setelah Bayern Munich kalah dari Atletico Madrid pada leg pertama Liga Champions. Guardiola meminta supaya kritikan tersebut ditahan dulu karena kesempatan Bayern belum sepenuhnya tertutup.

Sejak mengumumkan bakal membesut Manchester City musim depan, pelatih asal Spanyol itu acap kali menjadi sasaran kritik. Ditambah lagi Guardiola belum memberikan gelar UCL, alasan Die Roten merekrutnya sebagai sukesor Jupp Heynckes.

Di musim terakhir, Guardiola pun terancam gagal lagi. Pasalnya, The Bavarians menyerah 0-1 di Vicente Calderon. Ini berarti Bayern wajib menang dengan margin dua gol saat giliran meladeni Los Colchoneros di Allians Arena.

Walau bermain di depan puluhan ribu suporter sendiri, membalikkan ketertinggalan tentu bukan pekerjaan mudah. “Banyaj orang ingin membunuh saya, namun saya masih hidup,” kata pelatih Bayern ini sebagaimana dilansir Mirror.

“Kami masih memiliki satu laga sisa. Bila saya kalah, maka anda mmeiliki bisa membunuh saya tapi saya masih memiliki satu kesempatan lagi,” cetus Pep.

Salah satu kritikan pedas yang diberikan kepada eks manajer Barcelona ini ialah soal Thomas Muller. Dlaam laga itu, Mullers justru dicadangkan dan baru masuk di menit 70. Padahal penyerang asal Jerman itu merupakan striker terusubur di Eropa (11 gol).

“Saya senang kok memainkan Thomas. Mungkin menjadi lebih baik jika ketika itu dia tampil namun saya yang membuat keputusan meski bukan berarti saya tidak senang dengan dia, ini cuma sekadar strategi saja,” sambung Guardiola.

“Ini belum berakhir, kesempatan kedua tim masih sama kuat,” kata dia.