China Akan Batasi Pemain Asing Tahun 2017

liga super china

Liga Super China bakal membatasi jumlah pemain asing non-asia saat kompetisi 2017 dimulai. Hal tersebut dilakukan guna menjaga regenerasi pemain lokal mereka.

Di beberapa musim belakangan China mungkin jadi tujuan utama para pesepakbola Eropa walau usia kariernya masih panjang.

Yang terakhir, Oscar, gelandang berusia 24 tahun itu memilih hengkang ke Shanghai SIPG dari Chelsea setelah dibeli dengan banderol 60 juta poundsterling! Nominal gaji setinggi langit pun tak kuasa ditolak Oscar.

Setelah Oscar, ada juga Carlos Tevez yang sedang diburu Shanghai Shenhua yang bersedia membayarnya 600 ribu poundsterling per pekan! Ini masih belum dihitung dengan sejumlah pemain liga top Eropa lain macam Hulk, Ramires, Jackson Martinez, Fredy Guarin, Alex Teixeira, dan lainnya yang juga tergiur uang besar di sana.

Kedatangan para pemain top tentu menambah keramaian Liga China, namun di lain sisi juga jadi penghambat bagi pemain-pemain muda di negara tersebut.

Ditambah lagi pesepakbolaan China dalam 10 tahun terakhir memang anjlok prestasinya. Terbukti mereka belum lagi lolos ke Piala Dunia sejak terakhir kali di tahun 2002.

Otoritas Liga China langsung mengambil langkah guna membatasi para pemain asing tersebut mulai kompetisi musim 2017, dari mulanya empat pemain jadi tiga pemain per klub. Itu cuma berlaku bagi pemain asing non-Asia.

Hal tersebut sejalan dengan aturan Federasi Sepakbola Asia (AFC) yang dipakai di kompetisi Liga Champions Asia dan Piala AFC. Otoritas Liga China pun memberi jangka waktu sampai 29 Desember mendatang bagi seluruh anggota Liga Super China untuk memberikan jawaban.

“Beradasrkan gelombang besar kedatangan para pemain asing top muncul kecemasan bagi sejumlah pecinta sepakbola soal investasi klub-klub China ini,” demikian pernyataan resmi Federasi Sepakbola China (CFA) seperti dikutip Soccerway.

“Memang benar kedatangan mereka bakal meningkatkan standar liga ini, membuatnya lebih menarik disaksikan.”

“Namun di waktu yang sama juga bakal menambah pengeluaran klub serta memperkecil peluang pemain asli China berkembang.”