Pemerintah China Siap Batasi Transfer Gila

carlos tevez

Pemerintah China tak diam begitu saja melihat manuver transfer gila-gilaan dari klub-klub sepakbola ‘Negara Tirai Bambu’ itu. Mereka bakal membuat aturan yakni membatasi transfer para pemain top ke sana.

Axel Witsel menjadi pemain top terakhir Eropa yang merapat ke China usai direkrit Tianjin Quanjian dari Zenit St Petersburg dengan mahar transfer sekitar 30 juta euro.

Witsel berani mementahkan tawaran dari klub sekaliber Juventus karena Tianjin, yang baru naik kasta ke Liga Super China, memberi gaji senilai 20 juta euro setiap musimnya, lima kali lipat dari yang ditawarkan Juve sebesar 4-5 juta euro!

Padahal semenjak musim panas kemarin Witsel selalu dihubungkan dengan Si Nyonya Tua dan kibasan uang rupanya bisa menggoyahkan iman pemain asal Belgia.

Kehadiran Witsel tidak lama usai klub China lainnya, Shanghai Shenhua, memboyong Carlos Tevez dengan bayaran mencapai 615 ribu pound per pekan atau setara Rp 10 miliar!

Sebelumnya juga ada Shanghai SIPG yang telah merekrut Oscar dari Chelsea dengan mahar senilai 60 juta pound dan membayarnya sekitar 400 ribu poundsterling per pekan. Tevez dan Oscar pun sekarang menjadi pemain bergaji tertinggi dunia.

Kabar terbaru, Shanghai SIPG sudah menyodorkan tawaran senilai 150 juta euro serta gaji 42 juta euro per musim guna mendaratkan Pierre-Emerick Aubameyang dari Borussia Dortmund!

Transfer gila-gilaan klub-klub China tersebut ialah dampak dari kebebasan yang diberikan sang presiden, Xi Jinping, ketika terpilih pada 2013. Jinping ingin sepakbola China maju melalui liganya yang diisi pemain kelas dunia.

Namun kebijakan tersebut justru berdampak negatif dalam perkembangan sepakbola lokal lantaran pemain-pemain hasil akademi bakal sulit tampil. Padahal persepakbolaan China ingin mendunia lagi usai anjlok dalam 10 tahun terakhir ini termasuk kegagalan lolos ke tiga turnamen Piala Dunia terakhir.

“Kami punya keinginan supaya klub-klub itu bisa bertahan selama ratusan tahun. Kami bakal mencoret klub-klub dari Liga Profesional apabila terbukti membuat melakukan pelanggaran berat,” demikian ucap juru bicara Pemerintah China di bidang Olahraga seperti dilansir Soccernet.

“Kami segera membuat aturan, menahan pembelian pemain asing dengan banderol tinggi, dan akan membatasi gaji para pemain dengan nominal wajar.”