Saatnya Buffon Raih Ballon d’Or

Buffon

Gianluigi Buffon dan Cristiano Ronaldo dinilai sebagai sebagai pemain yang paling pantas memenangkan Ballon d’Or tahun ini. Namun, untuk musim ini, Buffon dianggap lebih pantas untuk mendapatkannya karena Ronaldo sudah sering.

Final Liga Champions 2016/2017 yang akan mempertemukan jawara Serie A Juventus dengan jawara La Liga, Real Madrid, Minggu (4 Juni 2017) dinihari WIB, tidak hanya menjadi duel antara dua klub untuk jadi yang terbaik di Eropa.

Laga itu juga bisa jadi penentu siapa yang berhak meraih Ballon d’Or tahun ini. Dalam hal ini, nama Buffon dan Ronaldo kerap disebut-sebut menjadi kandidat terkuat.

Mantan gelandang Juventus, Alessio Tacchinardi, mendukung Buffon untuk memenangkan Ballon d’Or musim ini. Pencapaian terbaik Buffon dalam perburuan Ballon d’Or hanya sebagai runner-up di bawah Fabio Cannavaro pada tahun 2006 silam.

Tahun ini bisa dibilang adalah kesempatan terakhir Buffon dalam persaingan Ballon d’Or. Sebab, penjaga gawang tim nasional Italia itu sudah berusia 39 tahun dan sudah merencanakan pensiun setelah Piala Dunia 2018 nanti.

“Jelas, saya menjagokan Gigi Buffon untuk Ballon d’Or tahun ini,” kata Tacchinardi kepada media AS soal siapa yang berhak memenangkan Ballon d’Or.

Namun, Tacchinardi juga tidak membantah jika Ronaldo, yang sudah meraih empat Ballon d’Or, punya kesempatan besar untuk mempertahankan gelar pemain terbaik dunia. Dia menilai bintang Real Madrid itu merupakan salah satu contoh pemain yang tak pernah puas.

“Cristiano Ronaldo adalah sosok yang sangat tekun dan keinginanya untuk selalu menjadi lebih baik lagi, dia tidak pernah puas walaupun banyak meraih sukses,” tambahnya.

“Tapi, Gigi Buffon sangat untuk memenangkannya tahun ini karena sejarah dan semua yang telah dia kerjakan sejauh ini. Selain itu, Ronaldo sudah sering memenangkan itu,” kata Tacchinardi.

Semenjak Ballon d’Or mulai diperebutkan pada 1956 silam, Lev Yashin merupakan satu-satunya pemain yang berposisi sebagai penjaga gawang yang bisa memenangkan gelar tersebut. Kiper Uni Soviet itu memenangkannya pada tahun 1963 kala memperkuat Dynamo Moscow.