Italia Diminta Agar Tak Terlalu Jemawa Saat Melawan Spanyol

italia

Kepercayaan diri Italia kian bertambah usai kemenangan telak atas Liechtenstein. Namun, mereka diminta tak terlalu jemawa mengingat lawan selanjutnya adalah Spanyol, partai krusial dalam lajunya ke Piala Dunia 2018.

Italia mampu menang besar 5-0 saat menghadapi Liechtenstein di Dacia Arena, Senin (12/6/2017) subuh tadi, tepatnya dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2018. Bermain mendominasi di sepanjang laga, namun Gli Azzurri justru kesulitan memecah kebuntuan di paruh pertama.

Tim arahan Giampiero Ventuara itu hanya bisa menciptakan 1 gol di paruh pertama melalui tendangan Lorenzo Insigne. Memasuki paruh kedua, Italia bisa bermain lebih mengancam dengan membuat kans yang oke. Di akhirnya mereka bisa membukukan 4 gol yang masing-masing diciptakan oleh Andrea Belotti, Eder Martins, Federico Bernardeschi, serta Manolo Gabbiadini.

Dari keseluruhan, Italia mempunyai 71% ball posession dan mencattakan 37 attempts dengan 13 yang berhasil on target. Sedangkan tim tamu hanya memiliki 4 attempts dan tidak ada satupun upaya yang on target seperti yang dilaporkan ESPN.

Disebabkan itulah, Ventura pun merasa kalau tim arahannya kurang bersabar di paruh pertama alhasil starteginya jadi kurang efektif dan efiesen. Dalam paruh kedua timnya baru bermain lebih kalem dan kompak untuk merobohkan pertahanan lawan.

“Sepakbola merupakan sebuah pertandingan dan di paruh kedua kami baru bisa tampil lebih baik. Kami mendistribusikan bola dengan lebih oke, kami menerapkan perpaduan, sedangkan di paruh pertama kami hanya mencoba menciptakan gol tanpa menerapkan hal lainnya yang menyertai itu,” ucap Ventura di salah satu media.

“Paruh kedua jauh lebih baik. Itu merupakan usaha sebuah tim dan kami berupaya mengumpan ke semua penjuru, buat membuat kans-kans daripada sekadar menendang on target,” lanjut Ventura.

Meskipun menang telak atas Liechtenstein, Ventura menilai kalau timnya masih harus memperbaiki sejumlah kesalahan. Menurutnya, tidak ada alasan untuk menjadi lebih sombong mengingat lawan mereka selanjutnya yakni Spanyol, tepatnya di 9 September nanti.

“Saya kira performa paruh pertama itu berguna , sebab disaat Anda mau melakukan begitu banyak hal, di akhirnya malah tak melakukan apapun. Jika kami menyambut pertandingan kontra Spanyol dengan merasa begitu percaya diri, kami bakal menderita,” katanya.