Guardiola Bisa Bawa City Menangkan Trofi Musim Depan

Josep Guardiola

Josep Guardiola memang gagal total di musim perdananya melatih Manchester City. Tapi, Pep Guardiola diyakini akan bangkit di musim depan dan memenangkan banyak trofi.

Diharapkan bisa mengantarkan Manchester City berjaya di berbagai ajang yang diikuti, Guardiola justru belum bisa memenuhi ekspektasi tersebut. The Citizens hanya mampu mengakhiri musim dengan finis posisi ketiga di liga yang melajukan mereka langsung ke fase grup Liga Champions.

Sergio Aguero dan kawan-kawan gagal bersinar di ajang Piala Liga Inggris, Liga Champions, dan Piala FA. Wajar saja Guardiola dihujani kritik oleh publik sepakbola Inggris yang merasa pelatih asal Spanyol itu tidak mampu beradaptasi dengan persaingan di Liga Inggris.

Kalaupun Josep Guardiola mampu meraih sukses ketika masih di melatih La Liga dan Bundesliga, itu karena Barcelona serta Bayern Muenchen punya squad bertabur bintang dan tidak punya lawan yang cukup tangguh.

Walaupun demikian, mantan pemain City Dietmar Hamann yakin kalau musim lalu hanya jadi musim penyesuaian untuk Guardiola. Sebab di musim 2017/2018 nanti, Guardiola sudah mengenal lebih dalam Premier League dan City pun bakal dibawanya berprestasi.

Apalagi The Citizens musim lalu punya squad yang terbilang “tua-renta” di mana bek-bek yang dipakai oleh Guardiola berumur di atas 30 tahun.

“Saya tidak yakin jika Josep Guardiola akan memberikan sesuatu yang berbeda musim depan, namun saya menyimpan keyakinan jika kita akan melihat Manchester City yang berbeda jauh ketimbang musim lalu,” ujar Dietmar Hamann kepada Mirror.

“Musim lalu mereka memang gagal di persaingan juara. Josep Guardiola diwarisi skuat yang tua, tidak seimbang dengan para pemain bertahannya yang mulai menua di mana semua beknya berumur di atas 30 tahun. Sebelum Pep datang memang timnya sangat buruk dan itu sungguh mengejutkan mengingat City adalah tim yang kaya,” sambung Dietmar Hamann.

“Saya ingat beberapa laga musim lalu saat mereka hanya punya 1 pemain yang usianya kurang dari 30 tahun. Dan walaupun mereka sudah coba menurunkan rataan umur pemainnya, dengan mendatangkan Raheem Sterling, Kevin de Bruyne, John Stones, dan Gabriel Jesus, saya tidak terkejut ketika mereka sulit bersaing dengan Manchester City musim lalu.”