Eks Timnas Italia Mendekam di Bui

By | 13/11/2018

Vincenzo Iaquinta yang diketahui merupakan mantan pemain Juventus, dan juga pemain Timnas Italia yang sukses mengantarkan gelar juara Piala Dunia 2006 ini harus menelan pil pahit usai dipastikan masuk penjara lantaran terbukti memiliki kepemilikan senjata ilegal.

Kasus ini sejatinya sudah berjalan cukup lama, dengan Iaquinta dinyatakan bersalah pada bulan Desember tahun 2015 silam. Musim itu adalah musim dimana Iaquinta terbukti memiliki dua senjata api ilegal berjenis revolver.

Tak berhenti sampai disitu saja, dirinya juga terbukti memiliki 126 butir peluru aktif di rumahnya di Reggio Emilia pada bulan Februari 2015. Kasus lain terus bermunculan dengan dirinya tersangkut kasus ‘Ndrangheta, sebuah kelompok mafia dari Calabria.

Beruntung bagi Iaquinta karena tuduhan itu tidak terbukti kebenarannya. Semakin jauh, maka kasus ini semakin menarik untuk dibahas dengan terbukti ayah Iaquinta juga masuk dalam jeratan penjara, bahkan hukumannya lebih berat.

Sang ayah harus mendekam di penjara selama 19 tahun! Pasalnya ia terbukti terkait dengan kelompok mafia Ndrangheta. Hasil putusan hakim pun membuat ruang sidah panas, akibat banyak pihak marah. Mereka pun melampiaskan kemarahannya dengan mengutuk hakim dan para juri.

“Sangat tidak masuk akal, kalian semua memalukan. Di keluarga kami, kami bahkan tidak tahu apa ‘Ndrangheta itu,” akunya. “Itu tidak mungkin. Mereka menghancurkan hidup saya dari ketiadaan, karena saya berasal dari Calabria. Saya menderita untuk keluarga dan anak-anak saya, dan saya tak melakukan apa-apa,” cetus Iaquinta.

Jika merujuk pada statusnya kini, maka nama Iaquinta masih tercatat sebagai pemain Reggiolo pada tahun 1996. Setelah itu dia sempat membela Padova dan Castel di Sangro. Masuk di tahun 2000, dirinya pindah ke Udinese. Masuk di tahun 2007, dirinya memutuskan untuk pindah ke Juventus dan berakhir pada musim 2013.

Di lain sisi, karirnya sebagai pemain internasional Azzuri di mulai pada tahun 2005. Iaquinta tercatat sebagai pemain yang ikut serta dalam perjuangan meraih gelar juara Piala Dunia 2006 di bawah asuhan Marcelo Lippi, dan musim itu adalah musim terbaiknya hingga sekarang ini.