Kata Arsene Wenger Soal ESL Yang Terancam Bubar

By | 28/04/2021

Pelatih Legendaris Arsenal, Arsene Wenger ikut berbicara mengenai situasi terbaru dari European Super League alias ESL yang terancam bubar setelah mundurnya mayoritas peserta kompetisi tersebut. Apa kata Wenger? DAFTAR SBOBET

Sebagaimana diketahui, sejak awal kemunculannya, Liga Super Eropa ini memang sudah menuai kecaman dan aksi protes dari sejumlah pihak dari berbagai kalangan.

Mayoritas mereka menolak tegas adanya kompetisi tersebut karena dianggap merusak nilai-nilai sepakbola itu sendiri, termasuk soal hukum ‘kebal degradasi’ pada 15 klub yang mendirikan kompetisi ini.

Arsene Wenger sendiri adalah salah satu pihak yang sejatinya mengecam digelarnya kompetisi European Super League ini dengan pendapat yang kurang lebih sama seperti lainnya.

Setelah kurang dari empat hari sejak kemunculannya, beragam aksi protes dan kecaman tersebut pada akhirnya membuat 9 Kontestan kompetisi itu memutuskan mundur, termasuk enam klub Premier League dengan Arsenal diantaranya.

Singkatnya, dengan tiga tim tersisa, kini European Super League berada di ambang pembubaran. Soal itu, Arsene Wenger mengaku tak terkejut karena dia sudah memprediksinya sejak awal.

“Saya tidak terkejut turnamen ini tidak bertahan lama,” buka Wenger kepada beIN Sports.

Wenger merasa bahwa Liga Super Eropa ini datang dengan mengabaikan prinsip-prinsip dasar dari Sepakbola, sehingga dia tidak yakin kompetisi itu akan bertahan lama.

“Saya tidak pernah percaya turnamen ini bisa berjalan sejak awal. Karena turnamen ini mengabaikan prinsip-prinsip dasar dalam olahraga,” tambahnya.

Pria asal Prancis ini juga sudah memprediksi bahwa sejak awal para fans masing-masing tim akan menentang kompetisi tersebut karena telah merusak kaidah dari sepakbola itu sendiri, dan apa yang dia prediksi itu benar adanya.

“Ketika turnamen itu melanggar prinsip-prinsip dasar olahraga, maka mereka akan membunuh kompetisi domestik. Para fans tidak akan menerima itu, dan ternyata itulah yang terjadi,” ujarnya.

Adapun dengan mundurnya 9 tim, kini ESL hanya menyisakan tiga kontestan saja diantaranya Juventus, Real Madrid dan Barcelona. Kabarnya, klub terakhir juga akan mengundurkan diri dalam waktu dekat.