Pramac Racing Siap Tampung Marc Marquez Kapan Saja

By | 16/04/2021

Paolo Campinoti selaku Pemilik dari Tim Pramac Racing mengakui bahwa dia Daftar Judi Online SBOBET untuk memiliki rider jempolan seperti Marc Marquez, akan tetapi di satu sisi yang bersangkutan juga sadar bahwa pebalap seperti Marc Marquez tak akan tertarik membela tim Satelit.

Seperti diketahui, Marc Marquez memang jadi perbincangan lagi belakangan ini tak lain soal wacana comebacknya pada GP Portimao akhir pekan besok. Ya, juara dunia delapan kali itu akhirnya diizinkan Comeback setelah semusim lamanya menepi.

Setelah cukup lama tak mengaspal, banyak yang memprediksi bahwa Marc Marquez bakal perlu waktu beradaptasi di GP Portimao nanti. Namun, Campinoti yakini hal ini tak berlaku bagi rider sekaliber Marc Marquez.

“Saya tak ragu soal Marc, tepatnya karena dia adalah Marc Marquez, jadi ia tentu akan coba meraih kemenangan sejak balapan pertamanya. Ia pasti akan melaju di depan.”

“Kita ini sedang membicarakan makhluk supernatural,” ungkap Campinoti kepada La Gazzetta dello Sport

Campinoti begitu terobsesi dengan Marc Marquez, dia sadar sangat kecil bahkan mustahil peluang rider 28 tahun itu untuk bergabung dengan Pramac Racing, akan tetapi ketika kesempatan terbuka, maka dia siap menyambut Marc Marquez dalam timnya.

“Kami akan segera coba memboyong Marc ke Pramac, kami sedang bernegosiasi. Andai saja ini semua benar. Tapi, jelas ia takkan datang kepada kami. Namun, jika suatu hari nanti Marc menginginkannya, saya akan siapkan uang untuk menggaetnya,” tutur pria asal Italia ini.

Lebih lanjut, Campinoti mengklaim bahwa Marc Marquez adalah ‘nyawa’ dari Honda, dan dia menilai pabrikan asal Jepang itu tidak bisa berbuat banyak selama Marc Marquez menepi karena cedera.

“Honda tanpa Marc tak bisa tampil baik. Orang-orang Italia terkesan suka ambil keputusan yang berlawanan dengan apa yang kami punya.”

“Namun, kami punya pabrikan seperti Ducati yang telah melakukan segalanya selama bertahun-tahun dan selalu mampu melawan Honda, yang punya biaya 10 kali lipat lebih besar. Jadi, bagi saya Ducati jauh lebih baik dari Honda,” pungkasnya.